Calhaj Di Atas 80 Tahun Tidak Harus Rekam Biometrik Visa Haji

JAKARTA, Pantaumedia.id – Dalam mekanisme penerbitan visa haji, calon jemaah mesti melengkapi sejumlah syarat dan dokumen, salah satunya rekam biometrik. Namun, untuk calon jemaah haji (calhaj) berusia di atas 80 tahun, tidak diharuskan melakukan rekam biometrik.

Selain itu, calhaj yang terkendala saat melakukan perekaman biometrik karena kondisi tertentu, harus menyertakan surat keterangan dokter.

Pelaksanaan rekam biometrik bagi calhaj sudah dapat dilakukan secara online di aplikasi Saudi Visa Bio.

Hal itu terungkap pada rapat antara Ditjen Penyelengaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI dan pihak Kedutaan Arab Saudi untuk Indonesia, Senin (20/2/2023).

Kepala Subdit Dokumen Haji Kemenag Zainal Ilmi seperti dikutip dari situs Kemenag, mengatakan rekam biometrik merupakan syarat penerbitan visa haji.

“Jemaah yang belum melakukan perekaman biometriknya via aplikasi Saudi Visa Bio, akan terkonfirmasi pada sistem MoFA saat dilakukan proses Fill Mofa Form atau FMF,” terang Zainal di Jakarta, Kamis (23/2/2023).

Zainal menambahkan dalam prosesnya, tiap email dan nomor handphone pribadi hanya dapat digunakan untuk perekaman satu data biometrik. Jika email dan nomor handphone yang digunakan atas nama lembaga yang ditunjuk dan didaftarkan ke MoFA oleh Kementerian Agama, maka itu tidak memiliki batasan kuota tertentu (unlimited).

“Perekaman data biometrik dapat dilakukan dengan HP yang support dengan aplikasi Saudi Visa Bio,” tandasnya. ■

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: